Jumat, 06 April 2012

Materi Menulis Makalah


Oleh : Prof.Dr. Mujhahirin Tohir
UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

Menulis Makalah


1. Pengantar
Dasar penilaian bagi mahasiswa bidang  ilmu politik sebagian besar berasal dari tugas-tugas menulis: membuat makalah, resume buku, laporan penelitian, dan menyusun skripsi. Bahkan  menjawab soal ujian adalah bentuk makalah  yang paling sederhana  tetapi sangat menentukan keberhasilan belajar setiap mahasiswa. Semua itu membutuhkan ketrampilan khusus yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa: ketrampilan menulis.

2. Analisis, argumen dan kritik.
Penulisan bidang sosial dan politik mempersyaratkan analisis, bukan sekadar pendekatan deskriptif. Hasil tulisan harus mencerminkan argumen yang jelas. Tidak seperti komposisi tulisan sederhana yang mungkin biasa ditulis untuk jenis tulisan non akademik (misalnya "Kegiatan Saya Selama Liburan" atau "Hari-hari Menjelang Pernikahan"), sebuah makalah biasanya berusaha menjawab pertanyaan tentang apakah kita setuju atau tidak setuju terhadap suatu pernyataan, atau pertanyaan yang meminta kita mendiskusikan suatu topik secara kritis, atau untuk mengevaluasi sebuah pernyataan, atau untuk membuat pilihan. Makalah pada tingkat universitas, khususnya untuk bidang ilmu politik, adalah suatu argumen untuk mendukung atau menolak suatu proposisi tertentu. Argumen adalah sekumpulan generalisasi atau propisisi, didukung oleh fakta atau penjelasan rasional dan disusun dalam urutan yang logis sehingga menuntun kita ke arah kesimpulan yang dapat diandalkan.
Dengan demikian, penulis makalah harus mempertahankan argumen yang dikemukakan dengan cara memberi fakta dan alasan-alasan. Sekadar penegasan tidaklah mendukung sebuah argumen. Penulis makalah harus mendukung opininya dengan data dan fakta yang baik serta alasan yang valid. Apa yang dapat dikategorikan sebagai fakta yang baik dan alasan yang valid akan diperoleh dari pengalaman, dan dari konsultasi dengan dosen pengasuh sebuah matakuliah. Bersikap kritis mungkin berarti bahwa kita harus menentukan apakah data yang tersedia mampu menjustifikasi kesimpulan yang kita buat, atau kita harus membuka dan mempertanyakan kembali asumsi-asumsi yang mendasari teori politik dan teori-teori lain dalam ilmu-ilmu sosial.

3. Makalah
Sebuah makalah memberi kesempatan kepada kita untuk menunjukkan apa yang bisa dilakukan: bahwa kita memahami pertanyaan, bahwa kita memahami issue-issue yang berkaitan dengan pertanyaan tersebut, dan bahwa kita telah merampungkan bahan bacaan dalam jumlah yang memadai.
Dengan penguasaan seperti itu, kita kemudian harus menunjukkan bahwa kita mampu mengkomunikasikan pemahaman kita tersebut kepada orang lain.
Pastikan bahwa kita benar-benar mampu manjawab pertanyaan yang diajukan. Jika kita diminta untuk mengevaluasi, atau untuk memilih, atau mendiskusikan suatu topik, maka kita harus melakukan sesuai perintah itu. Jangan sekali-sekali menuliskan semua yang kita ketahui tentang subyek yang ditanyakan karena hal itu mungkin tidak relevan.
Dosen pengasuh matakuliah tidaklah mencari "jawaban yang benar". Dalam hal ini tidak ada pola khusus yang harus diikuti. Para dosen pengasuh matakuliah biasanya lebih menitikberatkan perhatian pada seberapa bagus seorang penulis makalah mampu mengolah pembahasan pada kasus yang dipilihnya. Apakah dosen setuju atau tidak setuju dengan pendapat penulis makalah tidaklah menjadi faktor penentu dalam menentukan rangking nilai. Ketidaksetujuan tidak akan menjurus ke nilai jelek, tetapi makalah yang buruk pasti akan berakibat kepada nilai jelek.
Jika ada pendapat penting yang berlawanan dengan pendapat kita sebagai penulis makalah, jangan abaikan pendapat-pendapat tersebut, bahkan kita harus menghargainya secara jujur. Berikan penjelasan terhadap mereka yang tidak setuju dengan pendapat kita, usahakan untuk mempertemukan pendapat mereka tersebut dengan pendapat yang lebih baik. Proses belajar di universitas bukanlah persoalan penentuan kredit-poin karena pendapat kita selalu dianggap benar, tetapi kita harus menghormati data dan pendapat yang lebih baik.
Adalah sangat penting untuk diperhatikan bahwa di dalam menulis makalah, setiap argumen yang kita susun haruslah konsisten, bahasa yang digunakan harus jelas, mengikuti tatabahasa yang benar, serta gaya bahasa yang baik.
Lebih lanjut, sebuah makalah adalah hasil pekerjaan dalam bentuk final, bukan sekadar draft atau sekumpulan catatan. Walaupun draft atau konsep awal harus ditulis (mungkin beberapa kali), tetapi makalah final harus memenuhi standar penampilan yang dipersyaratkan.

4. Merencanakan Makalah
a. Memilih Topik
Setiap matakuliah biasanya mewajibkan tugas penulisan makalah dengan memberikan beberapa pilihan topik. Pilihlah secara hati-hati dan mulailah bekerja pada tahap yang paling dini. Lakukanlah semua persiapan dan perhitungkan juga dengan tugas-tugas dari matakuliah lain. Hal ini akan menghindari situasi akhir yang tidak diinginkan pada saat-saat terakhir menjelang pengumpulan: begadang, terburu-buru, dan menulis asal jadi karena sudah frustasi dan depresi.
Makalah terbaik adalah yang ditulis dengan topik pilihan yang menarik minat penulisnya, namun waspadalah agar kita tidak terjebak dengan kesalahan umum: menghabiskan terlalu banyak waktu untuk topik tersebut padahal sebenarnya kurang mempunyai kemampuan untuk melakukan analisis, atau mengabaikan tugas matakuliah lain.

b. Analisis
Apakah pertanyaan yang harus dikerjakan? Mulailah dengan memeriksa kata-kata kunci dan konsep dalam pertanyaan-pertanyaan tentang topik yang harus ditulis. Perhatikan secara khusus beberapa kata kunci yang sering digunakan dalam pertanyaan. Contohnya:
bandingkan - membahas karakteristik dari suatu obyek dalam pertanyaan tersebut untuk menunjukkan perbedaan dan persamaannya.
kontraskan - membahas karakteristik dari suatu obyek dalam pertanyaan untuk menunjukkan perbedaan- perbedaannya.
analisis - pertimbangkan beberapa komponen secara keseluruhan dan jelaskan hubungan-hubungan antar komponen tersebut.
diskusikan - menampilkan dan membahas aspek-aspek yang berbeda dari pertanyaan dan masalah dalam topik tersebut.
evaluasi - membahas beberapa sisi dari pertanyaan untuk mencapai penilaian normatif.

c. Outline
Setelah menganalisis pertanyaan, komponen-komponen pertanyaan harus diorganisir untuk membentuk outline (perencanaan) dari makalah yang akan ditulis. Outline ini akan membantu penulisan makalah sehingga mempunyai struktur yang logis dan koheren. Juga akan mempermudah proses penulisan makalah karena outline akan membantu kita menentukan bahan bacaan, mengambil kutipan-kutipan dan membuat catatan-catatan pendek, serta menuliskannya ke dalam draft makalah.
Outline juga akan membantu kita untuk melakukan penilaian relatif terhadap komponen-komponen yang berbeda dari jawaban atas pertanyaan dalam topik yang dipilih, dengan cara membedakan mana poin-poin yang sentral dan mendukung argumen utama, dan mana yang sifatnya hanya periperal. Hal ini akan membantu usaha kita melakukan riset lebih lanjut. Namun demikian, outline tidaklah disusun secara konkrit. Tidak usah segan-segan untuk merevisi outline tersebut ketika ada kemajuan dalam riset tentang makalah tersebut, tetapi selalu lakukan cek ulang bahwa outline yang baru harus menjawab secara langsung pertanyaan-pertanyaan dalam topik.

d. Riset
Penguasaan bahan bacaan yang luas dan mendalam adalah sangat esensial kalau kita hendak menulis makalah yang bagus. Tanpa bahan bacaan yang luas kita tidak akan mempunyai panduan pengetahuan yang memadai untuk mengevaluasi materi-materi berharga dan meletekkannya dalam perspektif yang benar. Riset yang efektif sangat tergantung pada kita, yaitu bahwa kita "mengetahui apa yang kita cari". Oleh karena itu selalu ingat-ingatlah outline yang sudah dibuat. Pastikan bahwa kita membaca untuk menjawab bagian-bagian tertentu dari outline.
Dalam beberapa matakuliah, tugas menulis makalah biasanya sudah diikuti dengan daftar bacaan yang dianjurkan. Seberapa banyak buku atau artikel yang harus dibaca tergantung dari topik yang dipilih. Secara umum, semua pilihan topik mempunyai daftar bahan bacaan dalam jumlah yang hampir sama. Mahasiswa dianjurkan untuk melengkapi daftar bacaan yang sudah tercantum di dalam silabus dengan buku-buku atau artikel lain yang relevan dengan topik yang hendak ditulis.
Gunakan outline sebagai dasar untuk membuat catatan-catatan dari bahan bacaan. Usahakan untuk tidak memfotokopi sejumlah besar halaman dari buku bacaan karena hal itu hanya akan menunda pekerjaan membaca dan berpikir. Cara terbaik adalah langsung membaca dari buku, buatlah catatan-catatan yang berguna dan sesuai dengan outline, gunakan catatan-catatan tersebut sebagai rujukan dalam menulis. Harap waspada bahwa kita sering "merasa aman dan senang" setelah memiliki sejumlah halaman fotokopian dan kemudian menyimpannya tanpa sekalipun usaha untuk membaca dan memahaminya.
Dalam mengambil catatan-catatan penting dari buku bacaan hendaknya dilakukan secara terorganisir: ikuti susunan materi yang sudah digariskan dalam outline dan pastikan bahwa kita hanya mencatat atau mengutip bagian-bagian yang relevan dengan dan mendukung terhadap topik. Khusus tentang kutipan, harap diperhatikan bahwa kutipan harus ditempatkan sebagai pendukung argumen, bukan sebagai argumen itu sendiri. Karena itu hindarkan diri dari penempatan kutipan panjang (apalagi lebih dari satu halaman) dan menganggapnya seolah-olah itu adalah hasil pemikiran kita. Kutipan yang tidak mendukung argumen tidak akan mendapatkan poin nilai, demikian juga menganggap kutipan sebagai argumen adalah sangat tidak dibenarkan. Hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah mencatat secara cermat semua sumber catatan dan kutipan yang diambil dari buku atau artikel yang dibaca. Ini akan sangat berguna dalam membuat daftar referensi, baik untuk catatan kaki maupun daftar pustaka.

e. Menulis dan Merevisi
Makalah haruslah berisi sekumpulan analisis yang logis dan koheren dengan beberapa persyaratan tambahan. Pertama, makalah harus mampu menjawab pertanyaan dalam topik. Kedua, mempunyai argumen yang jelas dan secara jelas pula mengekspresikan gagasan dari penulisnya. Ketiga, harus didukung secara hati-hati dengan referensi yang memadai.
Struktur dari sebuah makalah biasanya terdiri dari tiga bagian: pendahuluan, bagian utama makalah, dan kesimpulan. Bagian pendahuluan berfungsi untuk menjelaskan secara ringkas tentang topik yang akan didiskusikan dan mempersiapkan pembaca tentang apa yang akan diperoleh kemudian. Mungkin akan sangat bermanfaat untuk menampilkan ringkasan dari keseluruhan tema dan argumen dalam bagian pendahuluan ini, dengan mengindikasikan poin-poin utama yang harus dibahas.
Bagian utama dari makalah (biasanya disebut sebagai the body of the essay) adalah tempat untuk menampilkan argumen-argumen utama penulisnya. Lakukankanlah presentasi secara logis dan sistematis dengan mempertimbangkan dukungan data dan referensi seperti sudah dibahas di atas.
Kesimpulan harus menuliskan kembali secara ringkas argumen-argumen kunci dan implikasinya. Juga pendapat dan argumen penulis secara khusus menyangkut materi yang sudah didiskusikan.
Secara sederhana, struktur makalah harus mengikuti aturan: "katakan apa yang hendak engkau katakan, katakanlah, dan katakan apa yang sudah engkau katakan".

0 komentar:

Entri Populer